Sunday, July 21, 2013

"Situ Super?"

Di kantor gue, semua atasan dari berbagai divisi rata2 cowo padahal rasio jumlah cw-co di sini ga timpang2 amat. Cuma ada 3 wanita, termasuk gue, yang dapet title manager. Tapi kita tetep aja dapet 'treatment' yang beda dengan atasan cowo2 itu baik dari orang2 internal maupun dari pihak external. 

Termasuk gue sendiri, gue sering mendapatkan komen yang menunjukkan bahwa, "Ah.. cowok itu emang masih menganggap cewek inferior." Misalnya:
1. "Ibu sendirian? Bagian teknisinya ga ikut?"  *dengan nada khawatir*
Komen ini sering gue dapet waktu gue masih jadi staf dimana gue harus presentasi dan demo produk all by myself. Karena timnya ya cuma gue sama satu manager doang. Produknya juga harus gue bawa2 sendiri yang notabene banyak perlengkapannya berhubung itu produk IT, jadi gue harus bawa aksesoris macem kabel, laptop, switch, dll. Dan hampir semua dealer dan customer yang gue datengin, selalu kasi komen itu dulu waktu mereka tau bahwa gue yg bakal demoin barang2 IT ini. Kayanya mereka takut kalau nanya hal2 teknikal dan gue ga bisa jawab. Padahal itu uda taon 2005, dimana yang namanya "emansipasi wanita" itu uda lumrah didenger dimana2. 

2. "Ikut dong meetingnya. Soalnya garing kalau cowo semua, kalau ada yang pake rok kan lebih enak diskusinya."
Ini gue sering banget denger recently. I don't know why, tapi entah kenapa orang2 mikir gue akan seneng kalo alesan mereka ngajak gue meeting adalah karena gue cewe dan pake rok. Excuse me, if you need someone to wear a skirt, just wear one, don't need to ask me to join the meeting. 
Dulu awal gue kerja, komen ini keluar tapi bukan soal meeting, melainkan soal presentasi di acara. Manager gue sering bilang, "Kamu aja yang presentasi ya, soalnya kalau cewek biasanya penontonnya lebih konsen. Bosen kalo denger cowo mulu." Gue not offended by that comment before, karena gue ga terlalu mikirin juga. Di otak gue ya cuma "Ok, gue harus jadi presenter. That's good for my experience."
Tapi semenjak gue naek pangkat dan mulai harus hadir di meeting2 dengan atasan customer, kok gue makin sering denger komen2 kaya gini. Even pernah di satu meeting, gue uda kirim 2 orang rekan gue buat handle meetingnya and I'm sure mereka capable of doing it, tapi gue tetep ditelepon sama dealer gue dan dia bilang, "Ibu kok ga dateng? Kita tungguin deh, Bu. Soalnya disini cowok semua nih, ga seru kalau ga ada Ibu." Ckck.. meeting kok pake seru2an... (-_-"). Dan lucunya, abis 2 rekan gue balik kantor, mereka bilang kalo ruang meetingnya ga muat, jadi cuma 1 orang yang bisa masuk, dan 1 lagi nunggu di depan. Lah, kalo gue tadi beneran dateng, mereka berdua nganggur dong? 

3. "Lebih baik cowok. Kalau cewek kan ada keterbatasannya."
I don't know how to react to this. Ini yang bilang bos besar gue di sebuah meeting dengan semua tim. Dan emang bos besar gue ini somehow kalau ke cewek lebih... well... apa ya.. lebih lembek treatmentnya? Kalau marketing cowok hasil penjualannya jelek biasanya langsung diomelin di forum, tapi kalau cewek ya rata2 cuma dikasi wejangan doang. Maybe ini yang menyebabkan komen seperti itu keluar.

dan komentar terakhir yang akhir2 ini bikin gue ngernyitin dahi adalah.........

4. "Loh, lo mo resign? Kenapa? Mo merit?"
DOHHH..... 
Apa sih yang bikin resign sama merit itu identik??? Kalau cowok yang resign, ga pernah sekalipun gue denger komen kaya gitu. Paling banter cuma, "Oh, mo kerja di mana nanti?" "Oh, skarang bisnis apa jadinya?". Sedangkan pas gue bilang soal mau resign, komen pertama yang gue dengar dari semua orang yang uda gue info adalah seperti di atas. I mean, like... errr... emang trus penting gitu kalo mo merit kudu resign?
Iya sih, gue masih single skarang. Iya sih, gue uda pacaran lama ama Fugun. Tapi apa iya sih, gue se-shallow itu mau resign cuma karena gue mau merit? *no offense to anyone yang begitu ya* 
Kalau gue uda merit, lantas komennya most likely akan berubah: "Resign karena mau urus suami ya?"
Dan kalau gue uda punya anak, komennya jadi: "Resign karena mau urus anak?"
Kenapa sih? Apa iya cuma itu alesan para wanita untuk berenti kerja? 

Worst thing is, cewek2 biasanya masih dijadikan sebagai "sex object" di kantor. Banyak jokes yang mengarah ke sexual issues. Misalnya, "Ya, x sih tinggal tarik rok doang, si customer bisa langsung klepek klepek." atau "Bawa lah si x, biar si dealer ga komplain banyak2, paling ngajak minum bareng doang." 
Maybe ada sih cw2 yang seneng denger komen2 macem begitu *I know someone*, tapi kuping gue suka gatel kalo denger begituan. 

Mungkin juga ini cuma terjadi di kalangan kantor gue sih, well I'm about to find out soon. Kerja di tempat yang menganggap wanita inferior ini sebenernya motivasi buat gue. Ada rasa pengen membuktikan diri kalau wanita itu bisa jadi super juga, bukan cuma man yang bisa nyuper *eh*.

5 comments:

  1. Itu namanya mereka care sama lo.

    Mungkin lo nya aja kali yang merasa seperti itu.

    Masing2 pasti ada alasannya kenapa bisa ada point 1 - 4.

    Kembali ke cara menerimanya aja.

    Gw pikir malah lebih enak ya jadi cewe, kalau jadi cowok tuh ga enaknya kalau kerja, boro2 ada yang mau nawarin bantuan, kalau kena trouble malah di sukur2in T_T .

    Di suruh meeting sendirian ( ga ada yang nemenin )

    Kalau bawa barang berat2, tetap aja bawa sendiri ( cowo masa ga kuat :-@ )

    Kalau di omelin bos, sama2 cowo, boro2 wejangan. Bisa keluar deh tuh kata2 di terminal ( ex. Yang kasar2, walaupun cowo, kita kan punya feeling juga , aw aw aw aw )

    Kalau kita2 cowo2 resign boro2 di bilang mau married atau menempuh hal baru yang baik, kadang2 malah di nilai lemah karena ga competent and ga kuat hadapin dunia kerja.

    Well masing2 pasti punya sudut pandang yang sah2 aja diutarakan.

    Good luck wonderwoman or supergirl or... Whatever.

    ReplyDelete
  2. Biasanya yang berpikir seperti itu adalah;
    - anak cewe tunggal, or
    - sekeluarga kakak adik kandung cewek semua, tapi orang tua dari kecil menanamkan mental baja dan lo yang jadi patokan masa depan keluarga, or
    - mungkin lo pernah mengalami hal yang sangat berat di mana ga ada cowo satupun saat itu yang give a hand. Sehingga lo merasa, have to do it by yourself

    ReplyDelete
  3. kalo gw malah seneng dikomenin semua diatas:
    1. Ibu sendirian? Bagian teknisinya ga ikut? << biasanya gw selalu ditemenin sales kl presentasi, justru mereka kaget gw yg teknikal yg cowo yg nyeles. Setelah itu gw dianggap "pintar" :D

    2. "ok i'll just sit and be pretty.." kalo lagi males konsen di miting haha

    3. yoi, enak loh si bos gak maki2 kita. Lo kira enak moy dimaki2 pake kata2 kasar?

    4. tinggal jawab "yoi gw mo merit, makanya gaji disini gak cukup!" hahahaa

    ReplyDelete